PRESS RELEASE

ALIANSI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI SWASTA JAWA BARAT MENGGUGAT

Pendidikan merupakan sarana menuju cita – cita besar negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa seperti termaktub dalam tujuan pendidikan menurut UU No. 2 Tahun 1985. Dan dalam pelaksanaannya Pendidikan merupakan tanggung jawab negara untuk mengawal mutu Pendidikan untuk mewujudkan cita – cita besar negara. Dengan kondisi serba sulit seperti di masa pandemi ini, harus ada upaya untuk tetap mempertahankan kualitas Pendidikan.

Untuk menghambat laju penularan pandemic Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh di kampus. Momen ini sekaligus mendorong pendidikan Indonesia untuk lebih cepat memasuki era baru yang mengandalkan teknologi internet. Laporan dari sejumlah daerah di Jawa barat menunjukkan, penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum berjalan optimal, terutama di daerah pelosok dengan teknologi dan jaringan internet terbatas. Kesiapan infrastruktur kampus, kemampuan guru mengajar dalam jaringan (daring), serta ketersediaan  akses internet yang memadai untuk menjalankan aplikasi belajar daring menjadi persoalan lain dalam penerapan PJJ.

Disisi lain penurunan produktifitas para penopang ekonomi keluarga makin terpuruk saat kasus Covid-19 di Indonesia telah hampir melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat bukan saja proses pendidikan. Sejak pemerintah menerapkan berbagai kebijakan seperti Work From Home, pembatasan wilayah, dan penutupan berbagai tempat publik seperti tempat wisata, banyak perusahaan atau perkantoran yang meliburkan pegawainya. Para pengusaha UMKM juga bahkan ada yang memutihkan karyawan (PHK) sebagai antisipasi dampak penutupan usaha dalam waktu yang belum ditentukan.

Dunia pendidikan memberlakukan pembelajaran daring hingga saat ini khususnya perguruan tinggi dirasa lebih mampu dalam penyesuaian kondisi semacam ini sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, kini pendekatan pembelajaran telah berubah ke arah pembelajaran abad pengetahuan. Orang dapat belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Itulah ciri pembelajaran abad pengetahuan yang dikenal sebagai berbasis komputer. bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran daring atau Daring Learning Model (OLM), sekaligus menerapkannya untuk meningkatkan keefektifan perkuliahan namun biaya yang di keluarkan tidak sedikit dan ada dari penyelenggara pendidikan belum terjadi relaksasi bantuan untuk mahasiswa dalam kondisi perihatin ini.

            Berdasarkan narasi tersebut dapat disimpulkan kondisi pendidikan indonesia dengan konsep hari ini tidak merdeka bebas dari komersialisasi dan apalagi saat dikaitakan dengan semangat cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara perihal Pendidikan Indonesia sangat jauh dari harapan.

            Dengan berlakunya Permendikbud No 25 tahun 2020 dan LLDIKTI wilayah IV telah mengeluarkan surat pemberitahuan program UKT/SPP tahun 2020 dengan nomor surat 3642/LL4/KM/2020 pada tanggal 7 juli 2020 perlu sesegera mungkin melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan yang telah diterapkan, dikarenakan banyaknya perguruan tinggi yang belum melaksanakan kebijakan tersebut dengan baik dan memberikan sanksi yang setegas-tegasnya terhadap perguruan tinggi negeri yang sengaja melalaikan tanggung jawab pemberian relaksasi UKT/SPP terhadap seluruh mahasiswa dilingkungan LLDIKTI wilayah IV.

            Oleh Karena itu, berdasarkan latar belakang permasalahan ini Aliansi Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Jawa Barat Menggugat pendidikan yang merdeka bebas dari komersialisasi dengan menuntut sebagai berikut:

  1. REALISASIKAN PENDIDIKAN GRATIS
  2. HAPUSKAN KOMERSIALISASI PENDIDIKAN
  3. TINDAK TEGAS KAMPUS PRAGMATIS
  4. TRANSPARANSIKAN ANGGARAN PENDIDIKAN
Categories: Berita Terkini