Unisba berdiri atas gagasan para tokoh umat Islam dan tuntutan masyarakat Jawa Barat akan perguruan tinggi yang bernafaskan Islam dan melahirkan intelektual muslim. Cikal Bakal Unisba diawali dengan lahirnya perguruan Islam Tinggi (PIT) pada 15 November 1958, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) dan sekarang berganti menjadi Yayasan Unisba. Fakultas yang pertama kali didirikan adalah Fakultas Syariah pada tahun 1958, kemudian Fakultas Ushuludin (sekarang Fakultas Dakwah)  dan Fakultas Tarbiyah (sekarang Fakultas Tarbiyah & Keguruan) pada tahun 1961.

Tujuan pendidikan di Unisba adalah mewujudkan mujahid (pejuang), mujtahid (peneliti) dan mujaddid (pembaharu) dalam suatu masyarakat ilmiah yang Islami, maka dalam proses pembelajaran banyak dimuati pendidikan ke-Islaman yaitu Pendidikan Agama Islam setiap semester, mentoring Agama Islam, pesantren mahasiswa dan calon sarjana.

Pada saat sekarang, Unisba telah memberikan kemudahan terhadap huffazh berupa beasiswa full study dan mencetak lebih dari 10 wisudawan huffazh serta lebih dari 25 huffazh yang masih dalam proses studi. Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu upaya Unisba dalam mewujudkan visi (menjadi motor penggerak perubahan mutu dalam membangkitkan budaya akademik unggul dan kompetitif di bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan publik yang berlandaskan nilai-nilai Islam) dan misi (memacu daya saing kompetitif setiap Jurusan/Program Studi dan unit lainnya untuk mencapai prestasi dengan mutu tinggi dalam berbagai bidang yang berbasis pada penjaminan mutu akademik dan syiar Islam) Unisba.

Beberapa perbedaan antara kampus dan pesantren dalam berbagai hal membuat kebiasaan-kebiasaan Huffazh tidak bisa berjalan mulus layaknya ketika di pesantren. Kesibukan beraktifitas menjadi faktor yang membuat kaburnya sejumlah hafalan. Hal itu disebabkan karena begitu banyaknya waktu yang tersita untuk aktivitas lain. Fenomena ini menimbulkan keresahan bathin tersendiri yang sangat dilematis. Seseorang dituntut aktif dalam segala bentuk aktifitas kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Pada pihak lain, dia terbebani dengan tanggung jawab terhadap hafalan yang dimiliki.

Dewasa ini keprihatinan muncul di saat usaha tahfizh itu tidak tercapai bahkan kabur, kesempatan untuk memahami dan mengkaji ilmu-ilmu Al-Quran pun semakin terbengkalai. Unit Pengembangan Tilawatil Quran (UPTQ)  sebagai program sekaligus unit kegiatan mahasiswa (UKM)  yang secara resmi didirikan pada tanggal 04 Maret 2008  dilingkungan Universitas Islam Bandung hadir guna mengikat dan mengembalikan ruhiyatul Islam Mahasiswa kepada khittah secara kaffah dengan harapan dapat mencetak generasi intelektual muslim Qurani.

 

Categories: UKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *