Karate berasal dari dua kata dalam huruf kanji “kara” yang bermakna kosong dan ‘te’ berarti tangan, sehingga makna keduanya ‘tangan kosong’. Karate berarti sebuah seni beladiri yang memungkinkan seseorang mempertahakan diri tanpa senjata. Menurut Gichin Funakoshi karate memiliki banyak arti yang lebih condong kepada hal yang bersifat filsafat. Kara dapat pula diartikan cermin bersih tanpa cela yang mampu menampilkan bayangan benda yang dipantulkan sebagaimana aslinya. Hal ini berarti orang belajar karate harus membersihkan dirinya dari keinginan dan pikiran jahat.

Akhiran “do” pada karate-do memiliki makna jalan atau arah. Suatu filosofi yang tidak hanya karate, tetapi kebanyakan seni beladiri Jepang, seperti Kendo, Judo, Kyudo, Aikido, dan lain-lain yang mengedepankan aspek kesatriaan dan etika sebagai petarung sebagai salah satu langkah modernisasi karate yang sebelumnya murn hanya teknik (jutsu) menjadi beladiri berfilosofi. Langkah ini dilakukan agar karate diterima masyarakat Jepang mengingat kebanyakan beladiri Jepang telah menjadi beladiri yang dipengaruhi filsafat budo dan bushido, seperti kenjutsu berubah menjadi kendo, dan jujutsu menjadi judo.

Karate masuk di Indonesia bukan dibawa oleh tentara Jepang, melainkan oleh para mahasiswa Indonesia yang kembali ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikannya di Jepang. Pada tahun 1963 beberapa mahasiswa Indonesia diantaranya Baud AD Adikusumo, Karianto Djojonegoro, Mochtar Ruskan dan Ottoman Noh mendirikan Dojo di Jakarta. Merekalah yang pertama memperkenalkan karate (aliran Shotokan) di Indonesia.

Beberapa tahun kemudian mahasiswa Indonesia dari Jepang seperti Setyo Haryono (pendiri Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Muchsin dan Chairul Taman ikut mengembangkan karate di tanah air. Orang Jepang yang datang ke Indonesia dalam rangka membantu mengembangkan karate di Indonesia adalah Matsusaki (Kushinryu-1966), Ishi (Gojuryu-1969), Hayashi (Shitoryu-1971) dan Oyama (Kyokushinkai-1967).

Selanjutnya dibentuklah organisasi induk untuk beladiri karate yang  berdiri resmi pada tanggal 10 Maret 1964 di Jakarta, dengan nama Persatuan Olahraga Karate Indonesia (PORKI). Barulah pada tahun 1972, yaitu pada Kongres ke IV PORKI, yang menghasilkan suatu kesepakatan dengan terbentuk wadah nama Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

Sejak FORKI berdiri sampai dengan saat ini kepengurusan di tingkat Pusat yang dikenal dengan nama Pengurus Besar (PB) telah dipimpin oleh tujuh orang Ketua Umum dan periodisasi kepengurusannyapun mengalama tiga kali perubahan masa periodisasi yaitu; periode lima tahun (ditetapkan pada Kongres tahun 1972 untuk kepengurusan periode tahun 1972–1977) periodisasi tiga tahun (ditetapkan pada kongres tahun 1997 untuk kepengurusan periode tahun 1977-1980) dan periodisasi empat tahun (berlaku sejak kongres tahun 1980 sampai sekarang). Hingga saat ini perguuran karate anggota FORKI beranggotakan sebanyak 28 perguruan karate yang menudian diakui oleh Koni Pusat dan pertama kali dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1989 di Jakarta.

UKM Karate Unisba sudah dibetuk sejak tahun 1985 oleh Bapak Edi Roehendi (LEMKARI). Namun, hingga tahun 2012, UKM Karate Unisba seringkali vakum berulang kali disebabkan kurangnya regenerasi anggota dan kaderisasi organisasi disebabkan individu anggotanya yang sibuk di perguruannya masing-masing.

Barulah pada tahun 2012, UKM Karate Unisba diaktifkan kembali hingga saat ini. Pada periode ini hingga sekarang, UKM Karate Unisba terbuka bagi seluruh mahasiswa Unisba yang berminat pada beladiri karate tanpa memandang aliran dan perguruan karatenya, bersatu pada satu wadah, membawa nama Unisba pada kejuaraan-kejuaraan terbuka dari tingkat nasional hingga internasional serta aktif pada kegiatan keorganisasian dan kemahasiswaan internal dan eksternal kampus.

Visi

Menjadi UKM yang unggul dalam mewujudkan mahasiswa untuk menjadi karateka terbaik, serta membawa nama baik UNISBA dalam berbagai kejuaraan di masa yang akan datang.

Misi

Untuk mewujudkan visi di atas, maka misi yang telah ditetapkan dan akan dituju oleh UKM KARATE UNISBA adalah :

  • Mengembangkan minat dan bakat melalui latihan yang konsisten dan bertahap, dengan berlandaskan sumpah karate, filosofi karate dan nilai-nilai kekeluargaan.
  • Tidak hanya meningkatkan kemampuan beladiri melalui latihan, tetapi mendidik moral dan perilaku anggota menjadi pribadi yang santun.

 

TUJUAN

UKM KARATE UNISBA dibentuk dengan tujuan :

  • Mencetak karateka baru
  • Mendidik mahasiswa melalui beladiri, sehingga memiliki tubuh yang sehat dan keperibadian yang mulia
  • Meningkatkan prestasi seluruh anggota UKM KARATE UNISBA

KEGIATAN

Latihan Dengan Mayor Infanteri Djoko Purwanto (DAN V BKC) Pelatih Beladiri Militer Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (2015)

Latihan dengan The Nuruliaty, Pengurus UKM Karate Unisba Tahun 1995

 

PRESTASI

Majid Ginanjar Pangestu (Kiri) dan Raden Muhammad Wisnu (Tengah) Juara 3 dalam kelas kumite senior Putra UPI CUP II Se-Jawa Bali 2016

Dinda Ayuningtyas (FIKOM 2016) telah menjadi Juara 1 BKC Open International Batam 2017 Kelas -55 KG U-21 Putri

Sebelas Maret CUP 2017

Dinda Ayuningtyas yg telah menjadi Juara 2 dalam kejuaraan Indonesia Karate Shoto 2017

Kontak :

   : karateunisba@gmail.com

    : KARATE UNISBA

   : @karateunisba

 : @karateunisba

 : @gmv4818i

  : KARATE UNISBA

 

 

 

Categories: UKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *